image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Yuk, Pilah dan Kelola Sampah di Rumah (1)

 

Tidak mudah membentuk kebiasaan, tetapi dengan niat yang kuat hal tersebut bukan sesuatu yang tidak mungkin. Pun halnya dengan membiasakan untuk memilah sampah di dalam rumah. Saya membagi sampah di dalam rumah berdasarkan tempat sumber sampah berasal. Di ruang belajar anak-anak, saya meletakkan tempat untuk mengumpul sampah plastik dan sampah kertas.  Di dapur, saya meletakkan tempat mengumpul sampah anorganik (sampah plastik, sampah kertas, sampah botol plastik dan kaca) dan sampah organik (sampah bahan makanan yang belum diolah dan sampah makanan yang sudah diolah).

Setiap rumah punya karakteristik sampah yang dihasilkan dominan 

Sampah buah dan sayur yang belum melalui proses pengolahan
Sampah potongan sayur dan buah belum diolah, plus cangkang telur

Makanan disaring

Sisa nasi tanpa campuran minyak


Lubang mini biopori dalam pot bunga Lidah Mertua


Sampah kertas dan plastik sisa bungkus makanan saya letakkan di keranjang sampah berwarna biru. Sebelum memasukkan sampah plastik, jika berminyak dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu.

Keranjang tempat sampah plastik dan kertas


Sampah botol dan kotak minuman saya letakkan di satu kontainer khusus yang tertutup. Sementara untuk sampah organik, sampah makanan yang belum diolah berupa sisa buah yang tidak habis atau potongan sayur dan buah diletakkan di tempat khusus. Untuk sampah organik yaitu makanan yang sudah melalui proses masak, atau sisa makanan yang tidak habis, diletakkan di tempat yang terpisah. Kadang untuk menyaring sisa makanan yang tercampur air, saya menggunakan saringan khusus (tidak boleh digunakan dengan saringan teh, big no!). Untuk sampah sisa makanan ini, agar tidak bau, maka harus ditutup. 

Sampah sisa buah dan sayuran saya gunakan untuk membuat POC (Pupuk Organik Cair) dan Eco Enzyme. Untuk sampah sisa makanan, terutama nasi yang tidak tercampur minyak, saya sedekahkan ke komposter, lubang mini biopori dalam pot bunga yang ditanam Tanaman Lidah Mertua. 

Sedangkan untuk sisa makanan yang sudah melalui proses pengolahan, saya sedekahkan ke tanah dekat tanaman yang sedang bertumbuh lalu ditutup dengan tanah yang baru. 

Air bekas cucian beras


Jelantah

Untuk sisa menggoreng makanan, saya kumpul minyak bekas (jelantah) di satu jerigen besar. Untuk air bekas mencuci beras, saya jadikan bahan tambahan untuk kompos, POC ataupun disiram ke tanaman.  Bahkan, untuk sisa air yang tidak diminum di dalam gelas, saya kumpulkan lalu digunakan untuk menyiram tanaman (sayang dong ya, sisa air yang tidak 'cacat' itu hanya terbuang percuma di wastafel). Bahkan, air cucian baju di mana beberapa waktu lalu menggunakan deterjen ramah lingkungan, sisa air cucian saya gunakan untuk menyiram tanaman. Asyik banget kan?tidak ada yang tersia-siakan, semuanya bermanfaat. 

Dan berikut ini adalah sampah anorganik yang saya hasilkan selama hampir 2 tahun, belum saya buang tapi saya kumpul. Untuk sampah plastik rongsokan adalah sampah yang tidak bisa dikelola di rumah, sampah inilah yang saya bawa ke TPS. Sementara untuk sampah plastik kemasan, saya bawa ke tempat pembuatan eco brick. Dulunya saya membuat sendiri, tetapi karena waktu tidak memungkinkan jadinya tidak tuntas. Untuk sampah kertas, masih saya kumpul dulu.  

Sampahku (anorganik) selama 2 tahun




Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar