image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

(Review) : Si Kulit Transparan Rasa Sejarah dan Budaya




Awal melihat cemilan ini di postingan sahabat saya dari Jawa yang juga sesama pegiat zero waste. Menurut saya unik, karena kulit pembungkus sayuran berwarna transparan. Sempat ada keinginan untuk mencoba tapi seiring waktu yang sibuk, niat tersebut terabaikan. Hingga akhirnya di suatu sore, tak sengaja melihat postingan teman (lupa persisnya apakah di beranda FB atau di story WA).  Teman yang juga sahabat yogini, Instruktur Yoga seperti saya, ya memang profesi kami menyesuaikan dengan style konsumsi kami. Walau kadang ada cheatting, tapi kami senang sekali dengan yang namanya makanan sehat. Dan ini yang kami pelajari di yoga, bahwa bukan hanya tubuh yang harus bergerak untuk mendapat asupan energi positif. Tapi juga makanan sehat adalah salah satu faktor yang meningkatkan aliran energi positif ke dalam tubuh. 


Nah, setelah saya amati postingan teman saya tersebut. Ternyata makanan yang saya lihat persis dengan yang saya inginkan beberapa bulan sebelumnya. Sebagai perempuan Herbivora, melihat postingan yang ada unsur hijau kuning dan oranye, otomatis naluri ini meletup-letup. Bisa ditebak, hanya dalam waktu beberapa jam cemilan yang saya inginkan tiba juga di rumah. Sayangnya, saat itu karena urusan mendadak, saya harus ke luar rumah beberapa jam. Ketika pulang rumah, dengan harapan dan penasaran yang tak tertahankan, saya hanya bisa menelan rasa jengkel karena ternyata pesanan saya sudah dilahap anak-anak. Bukan jengkel ke anak-anak, tapi jengkel ke rasa penasaran saya yang ekspektasinya terlalu tinggi dan tidak bisa menerima kenyataan pahit, hahaha. 


Dengan tatapan nanar di atas meja, tiba-tiba bunyi WA masuk, rupanya dari teman saya Coach Tanti, begitu saya menyebutnya. Setelah tahu bahwa saya sedang dilanda kecewa akut, teman saya yang baik ini besoknya mengirimkan saya cemilan yang sama namun sudah berbentuk gratis. MasyaAllah, MasyaAllah, saya tidak memintanya loh ya. Saya kembali doakan dalam postingan ini, semoga Coach (Kak) Tanti selalu diberi kesehatan, rezeki dan keberkahan yang berlimpah, aamiin. 


Setelah mencuci tangan, saya pun mengambil bungkusan cemilan dan duduk di depan telaga ikan milik Bapak saya. Kenapa?betapa saya ingin menikmati agar efek positifnya klimaks tanpa gangguan satu pun, hahaha. 


Gulungan pertama tidak saya makan serta merta, melainkan saya buka. Saya ingin tahu, apa saja sih yang masuk ke dalam usus saya? Ternyata ada kol ungu, pok choy, paprika, tauge, bihun, wortel, dan jagung (seingat saya). Tapi Coach Tanti juga punya varian selain mix sayuran juga mix buah (untuk buah saya belum pernah coba, next time lah ya). Trus kulitnya terbuat dari rice paper. Sausnya?saus kacang sih tapi beda dengan saus umumnya, rasanya lezat gurih, yang pasti itu racikan rahasia Sang Coach, hahaha. Setelah itu saya ambil satu per satu dan cocol ke dalam saus. Nah, cara ke-2 saya coba, mengambil gulungan cemilan tadi, lalu dicocol ke saus. Uhhhhh ternyata, menurut lidah saya, lebih enak terasa ketika sayur mayur menyatu dalam ikatan kuat lalu melebur ke dalam saus kacang lezat. Ulalaaa, rasanya manis gurih dan baik hati, sebagaimana yang membuat. Eh bener loh, kalau makanan dibuat dengan hati ya efek positifnya akan sampai ke yang mencicipi. Apa karena gratis ya?hahaha. Enggak lah, di lain waktu saya pesan tanpa gratis rasanya masih tetap enak kok.




Salah satu keunggulan cemilan sehat ini. Beberapa sayur yang digunakan dipetik langsung dari kebun mini milik Coach Tanti di depan rumahnya. Dan kabar gembiranya lagi adalah, ini sayur organik!. Maka tak usah heran ya, jika harganya bagi yang tidak terbiasa dengan makanan sehat  dan bagi yang kantongnya sering menipis kronis, akan menyebutnya mahal. Padahal sebenarnya tidak demikian. Menurut saya sih wajar saja, selain sehat, bahannya juga nggak mudah didapat, dan jangan dikira perawatan tanaman organik itu butuh kesabaran yang tinggi. Nilai sehat dapat, rekreasi juga dapat karena jujurly rasanya enak dan sausnya beda dengan saus yang lain.


Ngomong-ngomong dari tadi bahas cemilan, cemilan apa sih yang dimaksud?bikin penasaran saja. Sabar, sabar. Sengaja saya bangkitkan dulu imajinasi Sobat MS, agar semakin meresap cerita yang saya sajikan. Nah, ada yang bisa menebak nggak, setelah membaca beberapa paragraf di atas?sayuran dibungkus kulit, tapi bukan juga kulit lupa sayurnya. Namanya adalah Vietnamese Spring Roll. Wah, kok terdengar asing?. 




Baik, mari kita bahas lebih dalam. Sambil merasakan kol ungu tengah mencabik-cabik indera pengecap di bagian tengah lidah bercampur saos kacang yang aduhai rasanya. Vietnamese Spring Roll memang asalnya dari negara Vietnam. Tapi, Spring Roll itu sendiri sebenarnya sangat populer di Asia Tenggara. Konon, makanan ini disantap pada hari pertama di musim semi. Makanya disebut Spring Roll. Tapi Spring Roll adalah kata lain dari apa?tahu nggak?lumpia!. Oalah, lumpia rupanya. Jangan dikira lumpia hanya milik kita doang ya. Lumpia terkenal di jagad internasional. 




Kebiasaan menyantap Spring Roll telah ada sejak Dinasti Jin (265-420 SM) di Cina. Bahkan di zaman Dinasti King dan Dinasti Min, Spring Roll menjadi makanan penolak bala, wahhh. Nah, bagaimana dengan Indonesia?. Spring Roll atau Lumpia masuk pada abad ke-19 di Indonesia dan merupakan perpaduan budaya asli Tiong Hoa dan Jawa yang serasi dalam cita rasa. Dan juga serasi dalam pernikahan, loh?iya, karena pemuda si pembawa lumpia dari Cina ini menikah dengan gadis Jawa. Duh, pembahasan kita apa nggak terlalu dalam nih?hahaha nggak lah, dari makanan kita belajar budaya dan sejarah. 



Karena populer di Asia maka tidak terkecuali di Vietnam. Dan khusus di Vietnam, Spring Roll mereka memiliki kulit yang eksotis, tembus pandang, iyes kita bisa mengintip isi Spring Roll dari luar, isi warna warni yang menarik. Terbuat dari rice paper yang awalnya kering dan harus dibasahi agar bisa menjadi lunak. Sejak dulu Lumpia ini di negara asalnya isinya ada daging merah, tapi bisa dimodifikasi pastinya ya. Di Indonesia populer biasanya diganti udang. Dan ciri khas lainnya adalah berisi sayuran segar dan tidak melalui proses pemanasan. Bahkan khusus Vietnamese Spring Roll kulitnya tidak digoreng, semacam lumpia basah. Makanya lebih baik dari kebun organik tanpa menggunakan bahan kimia.




Jangan ditanya manfaat Vietnamese Spring Roll, sayuran dan saus kacang. Silahkan googling apa saja manfaatnya yang pasti baik untuk pencernaan, untuk menu diet, awet muda, dan lain-lain. Sudah, sudah, tidak perlu banyak lagi membahas, saya yakin ada yang sudah nggak sabar ingin tahu ke mana harus mendapatkan cemilan sehat ini?



Silahkan cek akun Facebook : Rostanti Paudi (langsung klik). Silahkan order dan hati-hati kecanduan, hahaha. Yuk mulai hidup sehat dimulai dari cemilan yang sehat, cheatting bolehlah sesekali, hidup juga harus dinikmati bukan?


Salam Leher Sedap,


Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar