image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Asyiknya Belajar di 'Rumah Dandelion'



Seorang ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya. Sehingga, bisa dikatakan sekolah pertama seorang anak adalah keluarga tempat di mana ia ada dan dibesarkan. Seperti apa seseorang di masa depan, terkait karakter dan perilaku, adalah keluarga sebagai pondasi awal yang membentuk itu semua.
Terlihat sepele, namun sesungguhnya amat penting. Kita selalu belajar tentang ilmu akademis terkait profesi atau pekerjaan pada umumnya, tapi lupa bagaimana belajar menjadi orang tua yang berkompeten, orang tua yang profesional. Tantangan zaman, era arus informasi yang sangat masif menuntut orang tua harus belajar banyak hal dan senantiasa memperbarui ilmu keorangtuaan atau yang dikenal dengan istilah parenting.

Dalam ilmu parenting itu sendiri, salah satu di antaranya adalah model pengasuhan dan pendidikan yang tidak menyimpang dari potensi dasar manusia, menumbuhkan potensi-potensi fitrah manusia dan menguatkannya menjadi peran-peran terbaik dan akhlak mulia. Fitrah seorang anak sesuai kategori usianya, dilakukan beragam stimulasi dan metode pengasuhan. Yang paling mendasar dan menjadi pondasi adalah anak di bawah usia 7 tahun. Di mana usia tersebut masuk dalam fase perkembangan fitrah keimanan.

Seorang bayi ibarat kertas putih, dan alangkah baiknya hal pertama yang dijadikan dasar adalah mengasuh dengan tidak mengabaikan fitrah keimanan. Bagaimana penerapan fitrah keimanan? yaitu dengan membangkitkan kesadaran anak bahwa Allah sebagai Rabb melalui keteladanan, kisah inspiratif, dan menciptakan imaji positif atau kecintaan pada Allah, ibadah, dan agama. Sebisa mungkin di usia ini, anak-anak tidak dipaparkan dengan gambaran surga dan neraka.

Nah, terkait dengan hal tersebut di atas dan seiring tumbuh kembang anak, salah satu cara untuk menciptakan imaji positif adalah dengan membacakan cerita yang memiliki nilai moral yang baik dan positif. Sebelum anak membaca, buatlah ia mencintai buku. Sebelum anak mencintai buku, ajarkan anak untuk belajar menjadi pendengar yang baik yaitu dengan membacakan  cerita anak. Di sini tidak saya sebut dongeng, karena sejatinya dongeng dan cerita anak adalah dua hal yang berbeda meski kelihatannya sama.

Buku cerita anak 'Rumah Dandelion' ini adalah buku yang patut menjadi referensi. Sebab dibuat berdasarkan kriteria usia, selain di bawah usia 7 tahun, di mana lebih banyak cerita daripada ilustrasi memang ditujukan dan cocok untuk diberikan ke anak usia 6-9 tahun. Usia dari segi stimulasi dan kemudahan menangkap isi cerita adalah beberapa faktor pertimbangan.
Cerita-cerita yang disampaikan sesuai indikator perkembangan anak berdasarkan usia. Di antaranya yaitu tentang mengenal hari-hari besar, menyayangi ciptaan Tuhan, berperilaku sopan dan dapat membedakan perbuatan yang benar dan salah ataupun yang baik dan yang  buruk.
Mengapa disebut 'Rumah Dandelion' ? karena terinspirasi dari filosofi bunga Dandelion. Bunga Dandelion metamorfosa perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan dan ketangguhan namun memberi keindahan yang membawa kemanfaatan di manapun ia bertumbuh. Adalah juga bagian dari misi dan visi keluarga Dandelion di mana tokoh di dalamnya terdiri dari tiga anak laki-laki yang bernama Danda, Deli, dan Onix.


Share this:

CONVERSATION

3 komentar: