image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Negosiasi Pulpen



Jadi ceritanya hari ini menyelesaikan tugas materi 3 di Ruang Berkarya Ibu, dengan potensi-potensi yang harus bisa aplikasi langsung terlebih dahulu di keluarga sendiri dan saya prioritaskan anak-anak. Nah malam ini dua bocah belum langsung tidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

"Kakak masih ingin menggambar Bu" kata si sulung .
"Adin juga Bu" susul si bungsu.

Beberapa menit kemudian mereka berdua mulai terlibat perdebatan, rupanya si sulung mulai jenuh kelamaan menunggu si adik yang memakai pulpen untuk menggambar, sementara ia sudah tak sabar ingin menggambar juga. Saya ajak untuk mencari pulpen yang baru, si sulung pun tak mau. Saya berikan pulpen lainnya namun sayang si sulung tetap tidak mau karena tinta pulpennya mulai macet. Sudah saya sarankan untuk saling bergantian namun masing-masing tetap kekeuh dengan pendirian.

Sudah bisa ditebak mereka berdua pun rebutan pulpen, dan kalo sudah begini saya kehabisan cara hanya bisa meminjam (baca : mengambil) pulpen tersebut agar adil dua-duanya tidak dapat . Lagi-lagi saya bujuk dengan mengajak mereka berdua membaca namun tak berhasil. Entah mengapa tiba-tiba muncul ide untuk menggunakan bantuan stop watch.

Ya, saya mengajak mereka berdua bergantian memakai pulpen dengan memakai stop watch (tenggat waktu). Awalnya mereka nggak ngeh, setelah saya minta mereka diam dan mendengarkan penjelasan saya, Alhamdulillah mereka tersenyum dan tergoda untuk bertanya apa yang dimaksud ibu mereka saat itu.

"Ibu jadi bingung bagaimana caranya biar kalian berdua tidak bertengkar sedangkan pulpennya hanya satu. Jadi begini ya nak, coba tolong dengarkan ibu sebentar ya sayang biar jelas. Maksud ibu begini, kan Adik sudah duluan pakai pulpen. Nah sekarang gantian kakak dulu yang pakai pulpennya tapi Ibu pakai stop watch ini lho (sambil menunjukkan stop watch di Handphone) nah kalo angka yang di depan sudah tidak nol lagi, berarti waktunya sudah habis kakak harus berikan pulpen ke adik untuk gantian lagi. Pakai stop watch biar adil semua dapat giliran. Bagaimana??" tanya saya.

"Ooo iya...iya Bu...kakak pakai stop watch " sambung si sulung sambil tertawa.
"Nah sambil kakak menggambar, nanti Adik sama ibu dulu ibu temani baca-baca buku ya? Ok?" tanya saya yang dijawab si bungsu.
"Iya...Adin mau baca buku dengan ibu" katanya sambil tertawa antusias.

Alhamdulillaaah, tarik nafas panjang. Cara ini rupanya berhasil. Malah si kakak baru 2 menit dia sudah mewanti-wanti dirinya sendiri.

"Ini sudah ya Bu?" tanya si sulung.
"Belum sayang, masih lama. Menggambar saja,  adik mau baca-baca buku dulu sama ibu". Sambil menemani si adik, eh si kakak malah nyambungin obrolan saya dan adiknya, akhirnya baru 3 menit si kakak udah menyerahkan sendiri pulpen ke adiknya dan disambut adik dengan kalimat :
"Adin sudah tidak mau lagi menggambar, Adin cape. Adin mau tidur sekarang"
"Kakak pakai aja pulpennya lebih lama" saya menawari.
"Nggak, kakak mau tidur saja" katanya.

Hahahaha....Alhamdulillah. Saya terharu dengan mereka berdua dan semakin semangat diri ini untuk lebih banyak negosiasi tanpa harus membuat darah meletup-letup. Ya Allah, bimbing hamba dan suami agar mampu menjadi orang tua terbaik menurut kehendak dan perintah-Mu yang terbaik untuk anak-anak kami dengan cara yang lembut namun tegas, baik, dan sesuai di jalan-Mu, aamiin. Bimbing hamba yang masih banyak kekurangan dan butuh banyak belajar ini Ya Rabb, aamiin.


#theelghazy'sworld
#parentingTheElghazy'sMom

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar