image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Resolusi 2018 : Sehat ala FCers 100% Sejati


Rasulullah SAW  mengatakan bahwa orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Dan orang yang merugi adalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Hal yang manusiawi ketika tak ada satupun yang menginginkan dirinya menjadi orang yang merugi. Sehingga bisa dipastikan setiap orang menginginkan menjadi manusia yang beruntung.
Menjadi orang yang beruntung sebenarnya bisa direncanakan. Lho kok bisa? Bagaimana caranya? Catat kelebihan dan kekurangan sebagai manifestasi dari keinginan dan kebutuhan dalam diri dan kehidupan kita. Apapun yang menjadi kelebihan, tingkatkan dan pertahankan. Sementara yang menjadi kekurangan, catat tersendiri dan klasifikasikan. Mana yang mendesak untuk diperbaiki berkaitan dengan tujuan jangka pendek, segera buat dalam satu daftar. Dari daftar tersebutlah buat catatan baru yang berisi keinginan kebutuhan yang sejalan dengan kekurangan yang ditemukan di awal, tentunya dalam kalimat yang positif.
Salah satu tema yang bisa dijadikan resolusi untuk perubahan yang lebih baik adalah tentang kesehatan. Membahas mengenai kesehatan tidak akan pernah ada habisnya karena kesehatan merupakan salah satu hal yang krusial dalam kehidupan manusia. Asal kata kesehatan adalah sehat. Konsep sehat menurut WHO adalah keadaan yang sempura baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat. Pencapaian dan pengharapan masing-masing orang berbeda dalam hal ini, sesuai kondisi kesehatan yang dialaminya. Bagi saya pribadi, resolusi sehat di tahun yang akan datang (tahun 2018) adalah sebagai berikut :

1.       Semakin menjadi FCers sejati

Memilih untuk menjalani pola makan Food Combining secara bertahap membutuhkan komitmen yang luar biasa dan tidak mudah. Mulai dari jarang mengkonsumsi daging merah, konsumsi karbohidrat di atas jam 12 siang, tidak konsumsi daging ayam atau daging merah bersamaan dengan kentang, dan segelas jeniper di pagi hari, butuh komitmen menjalankannya.

 Keempat hal tersebut telah berjalan beberapa tahun lamanya, meski kadang sesekali saat Idul Adha mencoba mencicipi daging merah buatan mama (setahun sekali). Nah, hal yang paling sulit untuk saya bisa move on hingga saat ini adalah perpaduan indah antara nasi dan ayam garo rica khas Manado. Ke depannya saya memiliki harapan agar segera bisa move on dan semakin konsisten untuk tidak mengkonsumsi daging bersamaan dengan karbohidrat, terutama nasi dan ayam garo rica. Sebab, manfaat dari pola makan ini tidak akan begitu terasa ketika menjalankannya benar-benar tidak seratus persen.

2.       Tularkan ke anak-anak dan suami.
Anak bungsu saya cenderung mengikuti pola makan ibunya  karena di pagi hari ia sangat suka makan buah-buahan. Berbeda dengan anak pertama yang  masih mencari nasi ataupun bubur di pagi hari. Sebenarnya maksud dan tujuan saya agar anak-anak mengikuti pola makan ini adalah, agar ketika mereka bersekolah nanti ketika terbiasa dengan pola makan seperti ini bisa maksimal dalam menangkap pelajaran karena tidak merasa kantuk di pagi hari yang biasanya akan terasa setelah mengkonsumsi makanan berat.

Anak-anak Bani Israil pola makan mereka di pagi hari sama seperti pola makan Food Combining. Hanya saja tambahan susu, kurma, dan kacang almond yang menjadi sarapan favorit anak-anak Bani Israil. Sebagaimana kita ketahui bersama, Bani Israil ini terkenal dengan kecerdasan mereka seantero dunia, meski di balik itu ada sikap arogan yang kurang menarik simpati.

Itulah sebabnya mengapa saya memiliki harapan agar di tahun yang akan datang anak-anak bisa mengikuti pola makan ini. Minimal di pagi hari tidak mengkonsumsi karbohidrat dan makanan berat jenis lainnya. Tidak hanya ke anak tapi juga ke suami , agar merasakan manfaat sama seperti yang saya rasakan.

3.       Tularkan ke orang lain
Ketika diri sendiri sudah seratus persen konsisten menjalankan, kemudian orang terdekat kita pun melakukan hal yang sama. Maka saatnya untuk lebih memperluas jangkauan, dengan mengajak orang lain untuk mengikuti dan menjalankan pola makan yang kita anut. Di sini kita tidak memaksakan, namun mengajak dengan mengutarakan menjabarkan manfaat-manfaat yang diperoleh dengan pola makan ini. Tentunya memberikan contoh terlebih dahulu sebelum mengajak orang lain.



#onedayonepost
#nonfiksi
#resolusi2018

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar