image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Semua Tentang Menulis


Hari itu pulang mengajar yoga dua kelas seharusnya tubuh sudah cukup lelah. Namun, catatan di dinding tanpa centang berwarna hitam, membuat tubuh ini kembali bangun dan mengambil laptop di dalam lemari. Ku ambil handphone dalam tas dan membuka kembali siapa saja yang sudah mengumpulkan setoran tugas.

Ada tiga nomor  di dinding dengan berbeda nama kelas yang belum tercentang. Duduk di muka laptop sambil tangan satunya memegang piring yang penuh dengan makanan dan segelas air di samping laptop. Membaca kembali tugas-tugas sebelumnya sampai memikirkan ide baru demi sebuah tantangan. Setelah makanan selesai, mulai serius tubuh dan wajah terpaku di depan layar laptop. Sembari sesekali membuka handphone mencari ide. Kadang wajah memandang dinding kamar seakan ingin mengajak bicara “punya ide gak kamu?”.

Mengingat kembali kejadian yang terjadi sepanjang hari. Beberapa jam kemudian, halaman di layar laptop menunjukkan angka 3 yang sudah terisi dengan banyak kata dan kalimat. Beranjak ke dapur mengambil segelas air. Jantung semakin berdegup kencang ketika waktu menunjukkan 30 menit lagi pukul 12 tengah malam. Semua  tugas deadline di jam yang sama. Dalam keadaan ini biasanya ide mulai berbaik hati membukakan pintu. Kata demi kata mengalir dengan lancar di layar laptop. Hingga akhirnya seluruh tugas terselesaikan tepat waktu.

Ada lagi tugas dengan deadline pagi, sehingga tak ada alasan untuk cepat-cepat tidur. Tak sadar waktu menunjukkan pukul tiga dini hari, dan mata mulai sulit terkoneksi dengan kalimat di layar laptop. Kadang maksud hati ingin menulis kalimat A namun yang tertulis di layar laptop adalah kalimat B yang tidak ada hubungannya sama sekali.

Ketika sedang menunggu atau antri dalam waktu yang cukup lama, demi detik-detik yang tak ingin terbuang percuma maka senjata pamungkas pun dikeluarkan. Sebuah polpen dan buku, maka mulailah kembali menulis ide yang didapat saat itu. Kadang-kadang handphone yang berisi naskah belum selesai dalam bentuk document, berusaha untuk diselesaikan.

Materi-materi kelas menulis online yang disalin dengan rapi dalam sebuah buku berwarna biru muda. Lalu di saat senggang dibaca dan dibaca terus. Hampir setiap hari beberapa bulan ini hal tersebut berlangsung. Semua demi satu impian, kemampuan menulis yang semakin terasah dan bertambah, serta target karya nyata dalam bentuk sebuah buku dalam waktu dekat. Ya, semua tentang menulis. Karena menulis membuat bahan bakar dalam diri semakin bertambah menjalani hidup dengan impian terasa lebih mudah dan bahagia meski dalam perjuangan penuh tangisan.  

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar