image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Resensi Buku : "Mendidik Anak, Anak Mendidik"




Judul buku                          : Mendidik Anak,                                                          Anak Mendidik
Penulis                                : Diyan Suratman
Penerbit                              : Perahu Litera
Desain Cover                     : Perlite Graf
Jumlah Halaman                : 146 halaman
ISBN                                     : 978-602-6537-26-3

Biografi Penulis
Diyan Suratman adalah nama pena dari Hardiyanti Suratman. Adalah istri dari Brigadir Sufryatno dan ibu dari bidadari kecilnya Adzkiya Nada Salsabila. Di samping sebagai ibu rumah tangga, saat ini ia tercatat sebagai salah satu guru di SD-IT An-Nahl Kotamobagu, dan sebagai Ketua Forum Lingkar Pena Kotamobagu. Di usianya yang masih muda ia sudah cukup banyak menghasilkan karya sejak tahun 2011. Dengan 7 buku antologi dan 7 buku solo (fiksi dan non fiksi).

Sinopsis dan Isi Buku
Terdiri atas tiga tema yang memiliki sub tema masing-masing. Pada bagian pertama dalam buku ini membahas tentang surga terdekat dalam kehidupan setiap manusia yaitu keluarga.  Di mana keluarga sebagai sekolah pertama adalah pemberi contoh yang membentuk kebiasaan seorang anak dan orang tua sebagai teladan pertama. Agar nantinya anak tidak mencari sosok di luar akibat kurang perhatian dari orang tua. Keluarga jugalah sebagai pembentuk “antibodi” seorang anak melalui kebersamaan dan komunikasi yang baik. Dari keluarga jugalah seorang anak mengenal cinta yang sesungguhnya yaitu cinta kepada Sang Maha Pencipta.  Bahwa dengan tidak selalu mendelegasikan anak di tangan orang lain, maka anak akan menjadikan kedua orang tuanya sebagai idola terhebat dalam hidupnya.
Pada bagian kedua merupakan inti sebagaimana judul buku ini. Membahas tentang hal-hal sederhana dalam diri seorang anak ternyata justru sebagai “bacaan yang hidup”, yang menjadi pelajaran agar kedua orang tuanya menjadi kualitas pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sejak lahir anak-anak tidak pernah membawa ijazah pendidik. Namun sejak lahir pula anak-anak secara tidak langsung mendidik kedua orang tuanya menjadi manusia yang lebih baik.
Anak-anak itu ajaib, mereka hanya bermodalkan tangisan tapi mampu mengubah orang tuanya menjadi super kreatif. Hanya dengan bermodalkan tubuh kecil dan usia yang lebih muda tapi mampu mengubah orang tuanya menjadi lebih pintar dan lebih kuat lagi menjalani hidup. Contoh yang paling umum terjadi dan dirasakan langsung oleh penulis resensi buku ini adalah ketika masih lajang benar-benar tidak pernah bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Tapi ketika menikah dan memiliki anak, segalanya terasa berbeda.
Mengurus anak sambil menyelesaikan pekerjaan rumah, atau menyelesaikan pekerjaan di kantor sambil menjaga anak-anak, berolah raga bahkan masih bisa menulis tanpa harus mendelegasikan anak-anak kepada orang lain. Walau terkadang ada saat darurat dimana anak-anak harus didelegasikan dalam waktu yang tidak lama kepada orang terdekat.  Seorang pria yang masih lajang pulang ke rumah akan langsung menyelami mimpi. Namun ketika menjadi seorang ayah, sekalipun pulang kerja dalam kondisi lelah ketika anak menangis ingin dipeluk bermain bersama maka ia pun akan menyanggupinya.
         Di bagian terakhir seperti sebuah solusi bahwa orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak terutama seorang ibu. Hal-hal sepatutnya dilakukan oleh orang tua dan yang tidak boleh dilakukan. Bahwa seorang anak yang cerdas berawal dari pendidik yang juga cerdas. Cerdas mengelola rasa syukur, cerdas dari rasa bangga berlebihan menjadi seorang ibu dan melupakan ayah sebagai pemegang tanggung jawab terbesar dalam keluarga, cerdas mengelola emosi dan cerdas mengelola pikiran dan perasaan anak.

Kelebihan
Pada umumnya keseluruhan buku ini sudah bagus termasuk isi buku. Kasus-kasus yang diuraikan adalah merupakan keseharian yang terjadi dalam kehidupan keluarga dan pastinya bisa langsung diaplikasikan dalam kehidupan.
Buku ini sangat penting dibaca oleh semua yang ingin belajar menjadi orang tua yang baik. Sangat recommended untuk para orang tua maupun yang tengah bersiap-siap menjadi orang tua.

Kekurangan
Setiap kelebihan pasti ada kekurangan, pun begitu halnya dengan buku ini. Seperti pada setiap sub tema yang bagi sebagian orang pasti sulit untuk mencerna hubungan antara tema dan sub tema. Namun dalam sudut pandang penulis resensi, bahwa hal tersebut sebenarnya lebih kepada ciri khas yang ditampilkan oleh  penulis buku ini.

Saran

Agar lebih banyak lagi menguraikan kasus-kasus yang terjadi dalam keseharian hubungan anak dengan orang tua beserta tips-tips aplikatif. 


----------------------------------------------------------------------
Penulis Resensi : Martika Sandra (dibawakan dalam tugas kelas menulis Young Writer Club)
#ywc
#gtc

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar