image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Ketika Allah Rindu dan Sayang Pada Hamba-Nya


Ilustrasi : marsa



Kehidupan memiliki sifat dasar yang dinamis dan terus bergerak, berputar layaknya sebuah roda. Pun halnya dengan hati manusia yang sifat dasarnya seperti air laut yang kadang pasang dan kadang surut. Seperti cermin yang kadang jelas tampak bayangan terlihat, namun tak jarang pula bayangan sama sekali tidak tampak.

Semua hal tersebut mengingatkan kita dengan tujuan penciptaan manusia sebenarnya untuk apa. Mari kita ingat lagi tujuan tersebut dengan membaca salah satu ayat Qur'an di bawah ini :

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku". (QS. Adz Dzariyat : 56).

Selain beribadah juga agar Allah ingin kita selalu mengingat-Nya. Kesemuanya bukan karena Allah membutuhkan kita tapi justru kitalah yang membutuhkan Allah. Dan apa yang Allah katakan adalah untuk kebaikan dan keberlangsungan kehidupan kita.

Saat manusia berada dalam kesenangan kecenderungannya adalah lupa dan lalai dalam mengingat-Nya. Atau masih mengingat-Nya namun dengan intensitas yang rendah. Karena itulah Allah mengirimkan sesuatu yang sifatnya tidak menyenangkan, karena sesungguhnya Allah sangat rindu kepada kita (yang mungkin sebelumnya selalu mengingat-Nya, tapi kini tak lagi menyapa). Seorang manusia seluruhnya berada pada fase fitrah keimanan ketika usianya di bawah 7 tahun. Dan Allah ingin fitrah tersebut terus selalu ada, namun kehidupanlah yang membuat manusia menjadi lupa dan lalai kepada Allah SWT.

Jangan bangga ketika hidup terasa mudah dan selalu diliputi kebahagiaan, JANGAN BANGGA!. Berhati-hatilah justru hal tersebut bisa membuat manusia lalai dan lupa kepada Allah SWT. Dan jangan bersedih pula jika hidup senantiasa dilanda kesedihan dan kesusahan, sebab bisa jadi dengan hal tersebut Allah ingin menambah derajat manusia dan naik tingkat ke level berikutnya.

Dalam keadaan bahagia ataupun sedih, sama-sama memiliki nilai ujian di dalamnya. Namun di sini harus dibedakan juga dengan yang namanya azab. Azab adalah ketika manusia sudah melampaui batas dalam melakukan dosa.

Biasanya yang paling terasa adalah ketika manusia diberi kesulitan dan kesedihan yang berkepanjangan, maupun yang datang dengan tiba-tiba. Saat merasakan, dunia seperti seakan hitam dan kosong, adalah titik dimana manusia merasa membutuhkan pencipta-Nya, ia merasakan ia bukanlah siapa-siapa dan maha lemah. Saat merasakan hal demikian, sesungguhnya Allah selain menegur namun Allah juga sesungguhnya sedang menyapa dengan cara demikian. Allah menyapa karena Allah sayang dan rindu kepada hamba-Nya.


Kesemuanya mengajarkan kita satu hal yaitu bersyukur dalam keadaan apapun. Diberi kesenangan jangan sampai lalai, namun bersyukur dengan cara yang mulia dan diinginkan-Nya. Diberi kesulitan dan kesedihan jangan terlalu larut dan tenggelam, namun bersyukur karena Allah datang untuk menyapa, agar manusia semakin dekat dan beribadah kepada-Nya.

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar