image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Pizza ala Kerajaan Bolaang Mongondow






Sumber gambar : Google
Dua puluh tujuh tahun yang lalu ketika masa liburan sekolah tiba, orang tua akan mengirim saya ke kampung halaman mereka. Yaitu sebuah desa di salah satu puncak wilayah bagian utara Pulau Sulawesi, yaitu Desa Otam. Desa yang menjadi salah satu bagian dari sebuah kabupaten yang saat itu belum dimekarkan seperti sekarang. Kabupaten Bolaang Mongondow namanya, Kabupaten ini memiliki luas sebesar kurang lebih 50 % dari wilayah seluruh Provinsi Sulawesi Utara.

Di kampung halaman orang tua, saya tinggal bersama nenek dan tante. Nenek yang memanjakan cucu-cucunya. Beliau senang sekali memasak sayur kol berwarna ungu yang ditanamnya sendiri di pekarangan rumah. Kadang juga nenek membuat pisang bakar. Entah terbuat dari pisang jenis apa, sedikit kering dan dibakar, menimbulkan aroma yang khas.

Sumber gambar : Google
Ada salah satu makanan untuk pertama kalinya dari neneklah saya mencicipi. Terbuat dari sagu, parutan kelapa dan gula merah. Namanya Dinangoi. Bentuknya bundar, berwarna putih dengan sedikit   campuran noda cokelat kemerahan. Sagu yang sudah dibersihkan, dipanggang di atas Dodangoyan (tempat panggang yang terbuat dari tanah liat). Di atas sagu ditaburi kelapa parut, lalu dilapisi gula merah parut. Kemudian ditekan dengan Dodangoyan yang lainnya agar mendapatkan tekstur padat. Dinangoi lezat dimakan saat masih panas. Disantap saat duduk di teras rumah menikmati pemandangan sore, hmmm…rasa manisnya romantis.



Sumber gambar : Google
Konon, makanan ini pada masa kerajaan Bolaang Mongondow merupakan makanan mewah. Bahkan Datu (raja) mempunyai kebun sagu sendiri yang cukup luas (Anuar, 2013). Dinangoi menjadi makanan pengganti beras pada masa kemerdekaan  sampai Bolaang Mongondow menjadi Kabupaten di tahun 1958. 

Sekarang Dinangoi pun menjadi elit karena sulit didapatkan (entah mengapa). Namun, masih ada beberapa yang membuat makanan ini sebagai kudapan sore favorit di rumah.  Jika kamu berkunjung ke Kota Kotamobagu (dulunya ibu kota Kabupaten Bolaaang Mongondow yang sekarang dimekarkan), wajib untuk mencicipi kuliner khas yang menjadi makanan elit “pizza” ala Kerajaan Bolaang Mongondow ini. Kuliner warisan leluhur yang wajib dilestarikan.  

(Martika Sandra)

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar