image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Jadilah Koki Terbaik untuk Keluargamu : Bagian 4


Belajar dari pengalaman saya terdahulu, yang dimanjakan ibu sebagai bagian dari kasih sayangnya. Maka sejak anak ibu tertarik dengan apa yang dilihatnya, jangan pernah melarang jika itu tidak membahyakan dirinya. Ikuti apa yang menjadi minatnya sembari tetap dalam pengawasan.
Meski semasa gadis saya sama sekali tidak tahu memasak, dengan keinginan kuat untuk belajar dan terus berusaha, akhirnya saya bisa memasak beberapa jenis makanan yang dahulunya saya sendiri ragu apakah bisa membuatnya atau tidak. Bahkan ada beberapa yang sempat saya jual dan disukai, meski sekarang harus terhenti karena faktor keterbatasan waktu.
Bagaimana pun seorang perempuan harus tahu memasak, lepas dari sistem patriarkal yang sangat kental di negeri kita ini. Percayalah, seenak apapun makanan di luar sana tak seenak makanan yang dibuat sendiri oleh Ibu maupun Istri. Siapa yang lebih mengetahui kebutuhan gizi anak-anak selain Ibu? Siapa yang lebih mengetahui asupan yang tepat untuk suami? Seorang Ibu harus tahu, kapan anaknya membutuhkan asupan kalsium yang lebih atau asupan vitamin yang lebih sesuai kondisi anaknya. Tidak jarang dengan cara demikian seorang perempuan bisa menjadi koki yang kreatif saat anak-anak sedang menolak makan makanan yang biasa disantapnya, dengan mencoba resep baru hasil kreasinya sendiri maupun resep orang lain yang belum pernah dicobanya.
Sama seperti beberapa waktu lalu, ketika saya bertanya pada kedua anak saya yang masih balita “Adik ingin ibu yang seperti apa?”. Jawaban kedua yang membuat saya kaget adalah “Ibu yang membuat kue”. Mereka tetap kangen dengan masakah ibu mereka. Saat mereka kurang begitu suka dengan resep baru yang bunda coba, tidak akan menyurutkan semangat. Melainkan memotivasi bunda untuk mencari letak kesalahan di mana untuk kemudia diperbaiki. Dan jika mereka menyukai masakan bunda dengan tanda “Mama (Ibu) bikin lagi donk makanan yang kemarin”, itu artinya mereka suka dan ada kepuasan tersendiri dalam sanubari yang tak ternilai dengan materi apapun sehingga membuat kita untuk selalu berusaha menjadi koki terbaik untuk keluarga.

 (Selesai)

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar