image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

Yoga Journey of Mommy Yogini

         Berawal dari rasa tertarik kemudian belajar lalu practice dan terus belajar hingga akhirnya berbagi kepada orang lain sembari tak pernah berhenti untuk belajar (“to teach is to become a true learner” kata salah satu Guru yoga Indonesia yang saya kagumi mba Pujiastuti Sindhu), seperti itu kira-kira secara ringkas yang terjadi dalam kehidupan yoga saya. Semakin saya belajar banyak tentang yoga, semakin saya tersenyum, kenapa? Saya mulai memahami bahwa Tuhan sudah mentakdirkan saya di jalan ini, Dia memudahkan jalan ini untuk banyak alasan yang kesemuanya adalah kebaikan bagi saya.
             Sejak tahun 2012 saya tertarik dengan yoga tetapi baru 2 tahun belakangan saya bisa menemukan instruktur yang bisa membimbing saya belajar tentang yoga.  Bukan tidak memiliki alasan hal tersebut terjadi, saya baru bisa benar-benar practice yoga saat kehidupan sebagai seorang ibu mengalami peningkatan aktivitas, ya…saya memiliki 2 balita laki-laki dengan perbedaan jarak umur hanya terpaut 14 bulan. Memiliki 2 balita laki-laki (yang konon katanya anak laki-laki jauh lebih luar biasa “heboh” luar biasa aktif ketimbang anak perempuan) tanpa memiliki babysitter, dan ibu saya yang tinggal berbeda kota dengan saya, sekaligus menjadi wanita kantoran yang bekerja sejak pagi sampai sore selama 22 hari dalam sebulan adalah sebuah keadaan yang membutuhkan kesabaran dan kondisi fisik yang luar biasa. Sempat menggunakan jasa pengasuh tetapi hanya beberapa bulan saja baik itu untuk anak pertama maupun anak kedua, karena saya tidak mudah percaya begitu saja menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak-anak di tangan orang lain selain orang tua, suami dan tante saya hehehe. Lagipula saya lebih menyukai anak-anak saya memiliki ketergantungan terhadap saya ketimbang orang lain (sekalipun itu orang tua atau suami ataupun tante hahaha). Walaupun kadang lelah menghinggapi saya selalu berusaha untuk terus memotivasi diri dengan hal tersebut. Saya tidak ingin membayangkan dan tidak sanggup membayangkan jika anak-anak saya yang karena hanya sedikit waktu saya bersama mereka hingga akhirnya mereka lebih memilih untuk berlindung pada orang lain ketimbang memilih untuk lari dan memeluk saya, I’m to be really jealous for it, very jealous and sad . Saya merasa bahwa saya tidak berarti menjadi seorang ibu manakala anak-anak tidak menjadikan saya tempat ternyaman mereka untuk berlindung, saya tidak ingin hal tersebut terjadi. 
           Karena itu saya sangat senang sekali ketika saya bisa pindah ke tempat kerja yang baru dimana tempat kerja yang baru tersebut membuat saya memiliki waktu yang lebih banyak di rumah bersama anak-anak. Di tempat lama saya sebenarnya jauh lebih berpeluang dalam soal karir berkaitan dengan latar belakang pendidikan saya, tapi biarlah karir masih bisa dikejar kesempatan untuk bekerja masih bisa dimiliki puluhan tahun lagi tetapi masa kecil anak-anak saya hanya sekali tak akan pernah terulang. Prioritas saya saat itu adalah anak-anak, menemani masa-masa Golden Age mereka.  
        Sudah bisa membayangkan bukan, bagaiman saya menjalani hari-hari saya bersama duo balita super lincah dan besar rasa ingin tahunya ini? Hahaha. Dengan mengenal yoga, saya jauh lebih bisa mengontrol emosi saya. Emosi, ketidaksabaran serta kepanikan yang datang saat mumet menghadapi kondisi sebagai seorang ibu dari 2 balita dan wanita karir yang bekerja di kantor). Sebenarnya olahraga apapun juga bisa membuat kita fresh dan bugar. Sholat dan tilawah juga menjadi hal yang terbaik dalam mengontrol emosi seseorang tetapi yoga bisa digunakan di waktu-waktu kita sedang kedatangan tamu bulanan yang tentu saja tidak diperbolehkan untuk melakukan sholat, padahal saat menstruasi justru saat itulah tingkat sensivitas seorang wanita meningkat akibat ketidakseimbangan hormone yang sedang terjadi dan membutuhkan yang namanya relaksasi. Nah, yoga bisa menjadi solusi saat masa menstruasi tentunya dengan beberapa gerakan yang khusus dilakukan saat datang bulan karena da beberapa pose yang terlarang dilakukan saat menstruasi.  Selama ini saya tidak pernah berhenti mencari dan belajar ilmu khusyuk saat sholat, saya berpikirnya khusyuk dalam sholat itu hanya berbicara tentang apa yang terjadi dalam hati dan pikiran saja, saya sama sekali tidak berpikir bahwa gerakan dalam sholat harus diselaraskan dengan hati dan pikiran, kecuali hanya pada saat posisi sujud saja (pada saat sujud saat kita berdoa kita senantiasa merendahkan diri di hadapan Allah tunduk kepada-Nya), selain posisi sujud saya hanya memaknai khusyuk dalam hati dan pikiran saja tanpa menyelaraskan seluruh gerakan sholat dari awal sampai akhir. Dengan berlatih yoga lama kelamaan saya mulai memahami bahwa sholat tidak semata-mata berarti gerakan yang terpisah dengan rasa khusyuk melainkan kesemuanya itu adalah satu paket yang pada akhirnya memberi manfaat kualitas fisik dan mental kita menjadi lebih baik. Yoga tidak bisa totally menggantikan sholat, bagaimanapun sholat jauh lebih wajib daripada yogatetapi sholat dan yoga bisa saling mengisi sebagaimana yang saya jelaskan tadi dimana yoga bisa tetap dilakukan saat menstruasi saat emosi dan sensitivitas  kita sebagai wanita sedang meningkat.

          Nah rupanya kemudahan yang sudah Allah berikan bagi saya ini, bermakna agar supaya saya jauh lebih bisa menjalani hari-hari saya tersebut dengan jauh lebih sabar, tenang, dan sehat. Lebih belajar untuk merespon daripada bereaksi. Dan hal lucu yang terjadi adalah ketika saya semakin berusaha belajar sabar justru saya semakin diberi oleh Tuhan hal-hal yang sangat menguji kesabaran saya, dan pernah juga saya kebablasan menjadi marah saat menghadapi sesuatu yang pada saat itu menurut saya adalah suatu hal yang tidak adil, hahaha semoga jangan terulang lagi. Bagi saya sholat adalah kebutuhan, tanpa sholat kacaulah hidup saya. Yoga juga demikian menjadi salah satu kebutuhan (tingkat levelnya di bawah sholat dan aktivitas ibadah yang lainnya, bagimanapun kewajiban sebagai muslim adalah nomor 1).  




sesi pose sesaat setelah berbagi yoga di kawasan Car Free Day Lapangan Boki Hotinimbang Kotamobagu, anak kedua saya yang tidak mau lepas dari pelukan ibunya :D

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar