image1 image2 image3

HI! I'M MARTIKA SANDRA|THE EL-GHAZY'S MOM|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I'M GLAD YOU ARE VISITING HERE

pre Training Teacher 30 Hour Indonesia Yoga School KAPHA Yoga



         Bulan ini saya mengikuti pre Training Teacher 30 hour yang dibawakan oleh guru yoga dari Makassar dengan seabrek pengalaman beliau dalam dunia yoga dimana beliau juga yg sangat concern dengan Woman and Cancer. Empat hari mengikuti Training tersebut banyak ilmu yang didapat ditambah dengan practice yoga selama 23 bulan membuat saya semakin memahami esensi dari yoga itu sendiri. Bahwa ada yang jauh lebih penting dari sekedar pose atau asana yang hanya terlihat dengan mata. Yoga merupakan olahraga kedua setelah sepak bola yang paaaaaling banyak terjadi cidera, that’s why yang namanya postur yang tepat dan benar (aligment) amat sangat penting untuk diperhatikan, dipahami dan dipraktekkan saat melakukan gerakan yoga apapun. Postur tubuh yang benar dengan pengaturan nafas yang benar akan memberikan hasil atau manfaat yang maksimal bagi tubuh maupun pikiran ketika melakukan yoga.  Untuk menjadi seorang Yoga Teacher hal-hal seperti ini wajib untuk dipahami dengan sebaik mungkin. Itulah sebabnya mengapa saya sangat “keras” dengan yang namanya sertifikasi. Barangkali ada hubungannya juga dengan latar belakang saya dari dunia kesehatan, dimana dalam dunia kesehatan sangat berkaitan dengan yang namanya nyawa seorang manusia sehingga untuk melakukan treatment atau memberi perlakuan kepada seorang pasien dibutuhkan yang namanya skill yang terakui lewat yang namanya sertifikasi…mulai dari sekolah yang ilmunya harus lebih spesifik bahkan ketika sudah memiliki ijazah pun dan bekerja seorang tenaga kesehatan harus memiliki yang namanya SIP (Surat Izin Praktek), STR (Surat Tanda Registrasi), dll. Bahkan di sebuah Rumah Sakit tidak akan menerima seorang perawat untuk bekerja di sana jika tidak memiliki STR. Dan yang sedang happening sekarang pun fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit dan Puskesmas harus terakreditasi sebagai tanda bahwa fasilitas kesehatan tersebut siap dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yg prima dan jauh yang namanya malpraktek yang berakibat sangat fatal dan mengancam jiwa seorang pasien. Sehingga penting bagi saya untuk memiliki sertifikat ketika saya hendak membagi atau berbagi yoga dengan orang lain. Oleh sebab itulah saya memilih untuk berbagi yoga fun (baca : gratis)  ketika sahabat atau kerabat meminta saya untuk mengajari mereka beryoga, karena waktu itu saya belum memiliki sertifikat walaupun rutin practice (sekalian menambah pengalaman-lah pikir saya, hehehe).
         
         Yoga juga tidak sekedar olah tubuh dan olah nafas, dengan beryoga juga kita harus mampu mengatur pola hidup…gaya hidup kita dengan baik termasuk pola makan, yup. Lama-lama saya berpikir bahwa yoga dan Islam ini seperti mempunyai titik temu (di luar yang katanya saling bertolak-belakang karena aliran-aliran yoga tertentu yang menggunakan mantra agama tertentu). Semakin saya banyak tahu tentang yoga semakin saya ingin mencari tahu lebih banyak lagi tentang yoga yang artinya semakin banyak yang saya tidak tahu tentang yoga, hahahaha jangan njelimet yaaaa pembaca hehehe. Selain sholat sebagai aktivitas fisik dan spiritual, ada puasa yang mengatur pola hidup khususnya pola makan kita yang juga memiliki manfaat baik untuk fisik manusia. Ngomong-ngomong tentang pola makan dan sunah Rasulullah ini membuat saya ingin membahas yang namanya Food Combining. Saya tidak menyadari bahwa selama  ini saya penganut pola makan jenis ini walaupun belum 100 persen. Yaa…saya dulu pelaku JeniperLovers hehehe (setiap pagi meminum perasan jeruk nipis), saya juga dulu walaupun tidak setiap hari terlebih dahulu menyantap jus ketimbang makanan berat seperti carbo di pagi hari. Ketika makan daging pun saya tidak memakan bersamaan dengan kentang. Dan sebelum menikah saya saaaaaaaangattt jarang sekali makan daging. Semua itu berawal dari sebuah buku yang saya beli tahun 2006 yang berjudul “Cantik Sepanjang Usia” dimana isi buku tersebut adalah rahasia awet muda seoranga artis yang juga saya kagumi yaitu teh Astri Ivo dan buku berjudul “Sehat ala Rasulullah” yang saya beli kedua buku tersebut bersamaan karena temanya berkaitan yang sayang sekali hingga hari ini teman yang meminjam buku tersebut tidak mengembalikannya kepada saya (sungguh sangat menyebalkan). The Astri Ivo ini semua sunnah Rasullah dari segala segi beliau jalankan. Dan pola makannya adalah pagi hingga jam 1 siang makanan yang masuk ke perut hanya berupa sayur dan buah-buahan dalam bentuk jus. Di atas jam 1 baru boleh makan nasi. Namun di weekend boleh cheating artinya boleh makan yang enak di leher aja walaupun kegunaan untuk fisiknya tidak terlalu banyak. Nah mulailah saya mengikuti jejak the Astri Ivo dalam bukunya tersebut (cieeeh yang mau awet muda, hahahaha padahal waktu itu usia saya baru 23 tahun, segitu takutnya saya dengan yang namanya tua ya say...hahahaha). Mengenai daging, kenapa saya tidak terlalu mengkonsumsi makanan ini berlebihan, banyak referensi yang saya tahu bahwa kebanyakan anjuran orang yg usianya awet muda tidak mengkonsumsi daging berlebihan atau tidak mengkonsumsi sama sekali, why? Daging memiliki waktu cerna yang cukup lama karena daging memang agak sulit dicerna oleh pencernaan kita. Pencernaan yang terlalu bekerja keras akan berdampak pada cepat menuanya sel-sel dalam tubuh kita apalagi jika tidak diiringi dengan olah raga. Saya membuktikannya sendiri, ketika saya mencoba untuk “nakal” tetap memakan daging…saya baru bisa BAB 4 hari kemudian dan hal tersebut benar-benar terasa sangat tidak nyaman. Sayangnya ketika saya menikah dan hamil, daging menjadi salah satu menu wajib saya karena saat hamil anak pertama saya ngidamnya sop konro dan cotto Makassar dan apapun yang berkaitan dengan daging menjadi idola saya, hahahaha. Namun semenjak anak kedua selesai menyusui 2 tahun perlahan-lahan saya mulai kembali ke pola hidup saya semasa gadis. Nah, belakangan ketika saya mulai menekuni dunia Yoga dimana di dalamnya juga menganjurkan pola hidup sehat maka bertemulah saya dengan yang namanya Food Combining. Ada banyak pola makan dan pola diet yang saya cari tahu referensinya sehingga saya memutuskan untuk memilih Food Combining sebagai pola makan saya, why? Saya melihat Food Combining ini memiliki kemiripan dengan pola diet ala Rasulullah SAW . Dimana tidak menggabungkan 2 jenis makanan tertentu dalam waktu yang bersamaan.  Saya juga menyukai pola makan jenis ini, karena Food Combining ini juga pola makannya diselaraskan dengan ritme sikardian (mekanisme alami tubuh manusia)…jenis makanan yang masuk ke tubuh kita disesuaikan dengan “jadwal alami” yang terjadi dalam saluran pencernaan manusia.
          Well kembali ke pembahasan kita tentang yoga dan pre TT yang saya ikuti kemarin nah ada satu hal yang membuat saya bertanya keheranan, sepanjang perjalanan saya menuju rumah bersama suami, senyum saya tidak pernah lepas dari wajah, hahahahaha….I feel so happy…don’t know why…feeling so good….mungkin itu sebagai tanda bahwa 4 hari ditempa telah berhasil karena  memberikan efek yang nyata untuk diri dan tubuh berupa HAPPYNESS or good vibe maybe. Sesudah ini saya merasa lebih berkewajiban harus berbagi lebih banyak lagi dari sebelumnya, apa yang sudah saya peroleh 4 hari  tersebut ke orang banyak minimal dimulai dari diri saya, keluarga, sahabat dan orang-orang terdekat agar mereka pun bisa merasakan manfaat dan kebaikan sama seperti yang saya rasakan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama. Si tou timou tumou tou, manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya (kata Dr. Sam Ratulangi yg menjadi motto almamater saya, hehehe).
          Bismillah…semoga Allah SWT meridhoi langkah dan niat baik saya ini, aamiin Ya Robbal Aalamiin… ^_^



Alhamdulillah...ini bukan akhir tetapi awal

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar